Traveling ke Pegunungan Pelangi Zhangye, China menawarkan landscape warna-warni yang surreal. Kenali lokasi, fenomena geologi, waktu terbaik, dan tips wisatanya.
clayoquotretreat – Pernah melihat foto gunung dengan lapisan merah, oranye, kuning, putih, sampai kehijauan lalu berpikir, “Ini pasti editan, deh”? Well, welcome to Pegunungan Pelangi Zhangye, China, salah satu landscape yang genuinely terlihat seperti hasil eksperimen filter Instagram tetapi sebenarnya dibentuk oleh proses geologi selama jutaan tahun.
Destinasi yang sering dikenal secara internasional sebagai Zhangye Rainbow Mountains ini berada di kawasan Zhangye, Provinsi Gansu, China bagian barat laut. Pegunungan warna-warni tersebut menjadi bagian dari Zhangye UNESCO Global Geopark, kawasan geopark seluas sekitar 1.289,71 kilometer persegi yang mencakup berbagai bentang alam geologi di sekitar Pegunungan Qilian dan Hexi Corridor.
Yang membuat Zhangye begitu extraordinary adalah lapisan warna pada perbukitannya. Dari viewing platform, permukaan bukit terlihat seperti kain raksasa dengan garis merah, kecokelatan, kuning, dan warna lainnya yang mengikuti kontur tanah.
No, someone didn’t paint the mountains.
Fenomena tersebut adalah hasil proses alam.
Buat traveler yang suka nature, photography, geology, atau sekadar mencari destinasi China di luar Beijing-Shanghai-Chengdu mainstream route, traveling ke Pegunungan Pelangi Zhangye definitely menawarkan experience yang berbeda.
Pegunungan Pelangi Zhangye Itu Ada di Mana?

Pegunungan Pelangi berada di wilayah Zhangye, Provinsi Gansu.
Secara geografis, kawasan ini berada di bagian barat laut China dan memiliki hubungan erat dengan Pegunungan Qilian serta Hexi Corridor. Zhangye sendiri historically punya posisi menarik karena merupakan salah satu kota penting di jalur perdagangan Silk Road kuno.
Jadi trip ke Zhangye sebenarnya bukan cuma tentang rainbow mountains.
Ada layer sejarah dan budaya yang bisa dieksplorasi.
UNESCO mencatat kawasan Zhangye dihuni oleh berbagai kelompok etnis, termasuk Yugur, Tibet, Mongol, Hui, Manchu, Dongxiang, dan Bonan. Sunan County yang menjadi pusat geopark juga merupakan satu-satunya autonomous county masyarakat Yugur di China.
This makes the destination much more interesting.
Kita datang karena landscape-nya.
Tetapi kalau itinerary dibuat dengan proper, kita pulang membawa cerita tentang geology, Silk Road, dan cultural diversity.
Nah, ini bagian yang membuat tempat tersebut semakin mind-blowing.
Warna Pegunungan Zhangye bukan cat atau manipulasi manusia.
Menurut UNESCO, Colourful Hills di Zhangye terbentuk dari sandstone berwarna yang mengalami proses geologi dan tectonic uplift hingga menghasilkan puncak-puncak monocline dengan pola yang distinctive. Kawasan tersebut berada pada zona geologi kompleks antara Qilian Caledonian fold belt dan Alxa block.
Sederhananya, lapisan material sedimen terbentuk selama periode yang sangat panjang.
Kemudian aktivitas tektonik mengangkat dan melipat lapisan tersebut.
Setelah itu, angin, air, perubahan temperatur, dan erosi terus membentuk landscape hingga lapisan batuan yang berbeda menjadi terlihat di permukaan.
Geopark Zhangye sendiri menjelaskan bahwa Colourful Hills merupakan endapan mudstone dan sandy mudstone dari Early Cretaceous, sekitar 135 juta hingga 96 juta tahun lalu.
So yes, ketika berdiri di depan Rainbow Mountains, kamu basically sedang melihat timeline bumi dalam bentuk landscape.
Pretty aesthetic for something nearly 100 million years old.
Jangan Salah: Zhangye Bukan Sekadar Satu Gunung Pelangi
Ketika mencari Zhangye di internet, kita sering melihat satu jenis landscape berupa bukit bergaris warna-warni.
Padahal Zhangye UNESCO Global Geopark memiliki geological diversity yang jauh lebih luas.
Ada Colourful Hills, yang menjadi image paling iconic dari Rainbow Mountains.
Kemudian ada Binggou Danxia, yang menawarkan formasi batu dengan karakter berbeda. UNESCO menggambarkan Binggou memiliki bentang alam berbentuk seperti window-lattice dan palace-style formations.
Colourful Hills lebih about the colors.
Binggou lebih about the shapes.
Kalau punya waktu terbatas, area Colourful Hills obviously menjadi priority karena di sinilah panorama rainbow-like yang terkenal berada.
Tetapi untuk geology enthusiast atau traveler yang punya itinerary lebih panjang, mengeksplorasi kawasan Zhangye lebih luas bisa memberikan perspective yang lebih lengkap.
Bahkan Masuk Tentative List UNESCO World Heritage
Ada update menarik mengenai status kawasan ini.
Pada 26 Juni 2025, Zhangye Colorful Hills dimasukkan ke Tentative List UNESCO World Heritage setelah melalui proses pengajuan China. Kawasan tersebut merupakan salah satu core landscape areas dari Zhangye UNESCO Global Geopark.
Important distinction: UNESCO Global Geopark dan UNESCO World Heritage Site adalah designation yang berbeda.
Zhangye sudah merupakan UNESCO Global Geopark. Sementara Colourful Hills masuk Tentative List untuk proses potensial menuju status World Heritage.
Jadi kalau menemukan artikel yang langsung mengatakan Rainbow Mountains sudah merupakan UNESCO World Heritage Site, check again.
Internet loves skipping details.
First Impression: Ini Gunung atau Lukisan?
Bagian paling satisfying dari perjalanan ke Zhangye probably adalah ketika landscape mulai terbuka dari viewing area.
Di depan mata muncul bukit-bukit dengan pola warna mengikuti lekukan tanah.
Tidak ada pohon lebat seperti landscape tropis Indonesia.
Tidak ada salju putih seperti pegunungan alpine.
Instead, visual utamanya adalah tanah.
Dan somehow, tanah tersebut terlihat extraordinary.
Warna merah dan oranye biasanya menjadi dominant tone, kemudian diselingi lapisan yang lebih terang atau gelap.
Kondisi pencahayaan sangat memengaruhi tampilannya.
Ketika matahari terlalu tinggi, warna bisa terlihat lebih flat. Sebaliknya, ketika cahaya datang dari angle rendah, tekstur dan kontur bukit bisa terlihat lebih dramatic.
This is why timing matters.
Waktu Terbaik Melihat Rainbow Mountains
Kalau goal utamanya photography, pencahayaan adalah everything.
Golden hour menjadi salah satu waktu yang menarik karena cahaya matahari yang lebih rendah dapat mempertegas relief dan warna landscape.
Pengalaman traveler juga menunjukkan warna Zhangye terlihat lebih impressive ketika terkena low sunlight, terutama mendekati sunset. Namun, jangan berharap warnanya selalu se-neon foto yang heavily edited di social media.
Real life is more subtle.
And honestly, that’s part of its beauty.
Kondisi setelah hujan juga sering disebut membuat warna permukaan terlihat lebih vivid karena batuan menjadi lebih gelap dan contrast meningkat. Tetapi obviously jangan merencanakan perjalanan dengan berharap hujan turun.
Weather does not take bookings.
Untuk musim perjalanan, periode dengan cuaca relatif nyaman biasanya lebih practical dibandingkan winter karena Zhangye bisa mengalami kondisi dingin dan kering.
Tetap cek cuaca terbaru sebelum berangkat karena kondisi aktual jauh lebih useful daripada general seasonal advice.
Traveling ke Zhangye Bukan Trekking Ekstrem
Kalau mendengar kata “pegunungan”, jangan langsung membayangkan harus hiking berjam-jam seperti naik gunung.
Experience di kawasan Colourful Hills lebih structured.
Wisatawan menikmati panorama melalui viewing areas dan jalur yang sudah disediakan.
Ini sebenarnya sangat important dari sisi conservation.
Karena landscape tersebut terbentuk dari material geologi yang sensitif terhadap kerusakan, pengunjung tidak seharusnya berjalan sembarangan di atas bukit hanya demi mendapatkan foto yang lebih aesthetic.
Stay on the designated route.
Seriously.
Kalau semua orang membuat jalur sendiri hanya karena ingin mendapatkan angle yang “belum pernah ada di TikTok”, landscape berumur jutaan tahun bisa mengalami kerusakan karena perilaku manusia dalam beberapa tahun.
Not worth it.
Photography di Zhangye Bisa Gila-Gilaan
Buat photography enthusiast, tempat ini basically playground.
Wide-angle lens sangat useful untuk menangkap pola bukit secara keseluruhan.
Telephoto lens juga surprisingly menarik karena bisa melakukan compression terhadap lapisan-lapisan gunung sehingga warna dan teksturnya terlihat lebih abstract.
Smartphone modern pun sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan gambar bagus.
Tetapi ada satu tip penting:
don’t oversaturate everything.
Pegunungan Zhangye memang colorful, tetapi sebagian foto online menggunakan saturation dan contrast yang extremely tinggi.
Kalau ingin hasil yang lebih natural, biarkan warna landscape berbicara sendiri.
Mainkan composition.
Cari leading lines dari lapisan batu.
Gunakan manusia sebagai scale.
Manfaatkan shadow.
Photography bukan competition untuk mencari slider saturation paling kanan.
Zhangye Cocok Buat Slow Travel
Salah satu mistake ketika traveling di China adalah underestimate jarak.
China is huge.
Extremely huge.
Jadi jangan membuat itinerary seperti:
Pagi Beijing.
Siang Zhangye.
Sore Shanghai.
Besok Tibet.
Please don’t.
Kalau ingin menikmati Zhangye, berikan waktu yang reasonable.
Datang ke kota Zhangye, istirahat, kemudian jadwalkan perjalanan ke geopark tanpa terburu-buru. Kalau punya waktu tambahan, explore destinasi lain di sekitar kawasan.
Zhangye punya hubungan historis dengan Silk Road sehingga kota dan wilayah sekitarnya bisa memberikan dimension tambahan di luar landscape.
Slow travel makes sense here.
Apa yang Harus Dibawa?
Landscape Zhangye relatif terbuka sehingga exposure terhadap matahari dan angin perlu diperhatikan.
Bawa sunscreen.
Sunglasses.
Topi.
Air minum.
Gunakan sepatu yang nyaman karena meskipun bukan extreme trekking, kamu tetap akan banyak berjalan.
Power bank juga highly recommended.
Karena kalau sudah sampai Rainbow Mountains lalu baterai smartphone tinggal 3%, that’s a character-building experience nobody asked for.
Buat photography enthusiast, bawa baterai cadangan dan memory card.
Layered clothing juga useful karena temperatur bisa berubah antara siang dan sore, terutama tergantung musim kunjungan.
Jangan Percaya 100% Foto Media Sosial
Let’s talk about expectations.
Pegunungan Pelangi Zhangye memang real.
Warna-warni lapisan batuannya juga real.
Tetapi bukan berarti landscape tersebut selalu terlihat seperti rainbow neon dengan saturation 200%.
Cuaca, posisi matahari, kondisi atmosfer, kamera, dan editing sangat memengaruhi hasil foto.
Traveler yang membahas Zhangye juga sering mengingatkan bahwa beberapa foto online meningkatkan saturation secara agresif, sedangkan kondisi cahaya rendah membantu warna asli landscape terlihat lebih kuat.
Jangan sampai datang kemudian bilang:
“Kok nggak sewarna Instagram?”
Nature doesn’t owe us a filter.
Justru kalau expectations dibuat realistic, landscape Zhangye tetap genuinely impressive.
Geopark, Bukan Sekadar Instagram Spot
Salah satu cara terbaik menikmati Zhangye adalah memahami apa yang sedang kita lihat.
Zhangye UNESCO Global Geopark bukan dibuat hanya karena bukitnya photogenic.
UNESCO menempatkan geopark sebagai kawasan dengan geological heritage penting yang dikombinasikan dengan konservasi, pendidikan, keterlibatan masyarakat, dan sustainable development.
Zhangye memiliki berbagai geological features mulai dari Danxia landforms, erosion-formed gorges, sampai Nine Springs ophiolite suite yang menjadi bukti ancient oceanic crust dan proses evolusi geologi kawasan Qilian.
Jadi ketika traveling ke sini, kita sebenarnya sedang datang ke semacam outdoor geology museum.
Except the museum is enormous.
And the exhibits are mountains.
Traveling ke Pegunungan Pelangi Zhangye cocok untuk beberapa tipe traveler.
Nature lovers obviously akan enjoy.
Photography enthusiasts bahkan bisa spending hours mencari composition.
Geology nerds? This place is basically Disneyland.
Traveler yang menyukai destinasi unusual juga akan mendapatkan experience berbeda dari typical China itinerary.
Tetapi Zhangye mungkin kurang cocok buat traveler yang hanya mencari shopping, nightlife, luxury resorts, atau urban entertainment.
Di sini attraction utamanya memang landscape.
The mountain is the main character.
Bisa Digabung dengan Silk Road Trip
Posisi Zhangye di Gansu membuat destinasi ini menarik dimasukkan ke perjalanan bertema Silk Road.
Historically, Zhangye merupakan salah satu kota penting di jalur tersebut. UNESCO mencatat Zhangye sebagai township penting pada ancient Silk Road yang menghubungkan China dengan dunia Barat.
Ini membuka opportunity untuk membuat itinerary yang lebih meaningful.
Daripada hanya datang, foto Rainbow Mountains, kemudian pulang, traveler bisa mengeksplorasi broader historical landscape Gansu.
Perjalanan akhirnya bukan cuma:
“gue lihat gunung warna-warni.”
Tetapi menjadi perjalanan memahami bagaimana geography, geology, culture, dan perdagangan bertemu di China bagian barat laut.
Much more interesting.
Popularitas destinasi alam selalu membawa challenge.
Semakin viral suatu tempat, semakin banyak orang datang.
Semakin banyak pengunjung, semakin tinggi pressure terhadap lingkungan.
Karena itu, traveling responsibly bukan sekadar slogan.
Jangan keluar dari jalur yang sudah ditentukan.
Jangan mengambil batu sebagai souvenir.
Jangan meninggalkan sampah.
Jangan merusak struktur tanah demi foto.
Dan obviously jangan mencoret batu dengan nama pasangan.
Relationship might not last.
Geological vandalism will.
Status Zhangye sebagai UNESCO Global Geopark berarti kawasan tersebut bukan hanya tourism asset, tetapi juga geological heritage yang perlu dipertahankan untuk education, science, dan generasi berikutnya.
Pegunungan Pelangi Zhangye Layak Masuk Bucket List?
Absolutely—terutama kalau kamu menyukai destinasi yang punya combination antara visual dan story.
Secara visual, Rainbow Mountains memberikan landscape yang sangat distinctive.
Secara ilmiah, warna dan struktur bukit menceritakan proses geologi selama puluhan hingga ratusan juta tahun.
Secara historis, Zhangye berada dalam landscape Silk Road yang membuat perjalanan ke sini memiliki cultural context lebih luas.
Dan secara travel experience, Zhangye menawarkan sesuatu yang sulit ditemukan di destinasi urban China.
Space.
Landscape.
Silence.
Perspective.
Pegunungan Pelangi Zhangye juga menjadi reminder bahwa bumi sebenarnya punya kemampuan artistic direction yang cukup insane.
Tidak membutuhkan Photoshop.
Tidak membutuhkan generative AI.
Tidak membutuhkan filter.
Hanya membutuhkan sandstone, mineral, tectonic forces, erosion, dan waktu sekitar seratus juta tahun.
Pretty patient artist, apparently.
Kalau suatu hari merencanakan perjalanan ke China dan ingin keluar sedikit dari classic route Beijing–Shanghai, traveling ke Pegunungan Pelangi Zhangye layak dipertimbangkan.
Datang dengan expectations yang realistic.
Pilih waktu dengan pencahayaan yang bagus.
Bawa kamera.
Hormati jalur konservasi.
Dan ketika akhirnya berdiri di depan bukit-bukit bergaris warna tersebut, jangan terlalu sibuk mencari angle foto.
Sometimes, put the phone down.
Because some landscapes deserve to be seen before they’re posted.
Referensi
- UNESCO – International Geoscience and Geoparks Programme. Zhangye UNESCO Global Geopark. Informasi mengenai lokasi, Colourful Hills, Binggou Danxia, geological heritage, dan masyarakat di kawasan Zhangye.
- UNESCO. UNESCO Designates 15 New Geoparks in Asia, Europe and Latin America. Informasi mengenai Zhangye, colorful hills, folded sandstone, Silk Road, dan penetapannya sebagai UNESCO Global Geopark.
- Zhangye UNESCO Global Geopark. Situs resmi geopark yang menjelaskan luas kawasan, posisi geografis, Pegunungan Qilian, Colourful Hills, dan berbagai geological features.
- Zhangye UNESCO Global Geopark. Zhangye Colorful Hills is Inscribed on the Tentative List of the UNESCO World Heritage List. Informasi mengenai masuknya Colourful Hills ke Tentative List pada Juni 2025 serta usia lapisan geologinya.